Home » POLSEK » BELINYU » Antisipasi Penimbunan Barang, Polsek Belinyu Cek Ketersediaan Masker dan Antiseptic di Pasaran

Antisipasi Penimbunan Barang, Polsek Belinyu Cek Ketersediaan Masker dan Antiseptic di Pasaran

TribratanewsBangka-PolresBangka, Menanggapi isu virus corona yang merebak pada akhir – akhir ini, Kapolres Bangka memerintahkan kepada Kapolsek Belinyu dan jajarannya untuk segera melakukan deteksi dan pengecekan terhadap ketersediaan masker dan antiseptic di wilayah hukumnya,kamis(05/03). Hal ini dilakukan bertujuan untuk memantau arus  distribrusi penjualan masker dan atiseptic,di wilayah hukum Polsek Belinyu.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono, Menjelaskan pemerikasaan ini di lakukan untuk menghindari penimbunan masker dan antiseptik,di karenakan pada saat ini 2 barang tersebut menjadi pencarian banyak orang sejak marak berita virus corona.

Dari hasil pengecekan personil Polsek Belinyu Briptu Indra di Apotik-apotik seputaran kec. Belinyu misalnya di Apotik Biru, Apotik Antonius, dan Apotik Belinyu ketersediaan barang untuk masker saat ini belum ada stock lagi hal ini dikarenakan sudah 2 bulan terakhir belum ada pengiriman kembali dari distributornya, tetapi untuk antiseptic dan alcohol ketersedian stok masih ada dengan harga yang relative normal seperti biasanya. Contohnya di Apotik Biru anti septik Besar perbotol dengan harga Rp.98.000, begitu juga dengan Alkohol Ukuran 1 Litter perbotol dengan harga Rp.50.000,-.

Untuk Pengecekan bahan pokok di Pasar Belinyu oleh anggota hasil pengecekan di lapangan bahwa belum ada kenaikan harga dan juga pembelian bahan pokok secara skala besar. Pembelian masih normal dan tidak ada panik buying yg dilakukan masyarakat.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono, menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat dan tidak panik tentang berita berita yang belum tentu kebenaranya,”ujarnya

Pihaknya juga akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak adanya oknum yang memanfaatkan kesempatan ini dengan menimbun barang. “jika terdapat oknum yang terbukti melakukan penyimpanan barang kami akan tindak tegas sesuai dengan ketentuan pasal 29 ayat 1 UU no.7/2014 bahwa pelaku usaha dilarang menyimpan barang kebutuhan pokok dan/ atau barang penting (seperti masker) dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dana tau hambatan lalu lintas perdagangan barang dapat dikenakan sanksi penjara maksimal 5 tahun dan atau denda maksimal Rp.50 miliar,”tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*